Category Archives: Puisi

Kepada Angin

Gemerisik suara dedaunan.

Siang ini terasa amat terik. Meski awan menggelayut di atas ufuk, masih saja tertembus tajam sinar Sang Surya. Seyogyanya, siang ini ada berbagai masalah pelik yang ingin ku buka. Apatah dinyana, tiada rasa ku jumpa. Hingga surya mulai bermuram durja, tatkala mega memaksanya berselimut duka.

Gemericik air perlahan turun.

Hawa dingin tiba-tiba menusukku. Membangunkanku dari alunan melodi hujan. Bersamanya terdengar dentingan pipa-pipa aloy yang kupasang di sebuah lorong gelap tak jauh dari ku berada.

Dia yang kunanti telah datang. Bersama daun-daun kering yang beterbangan.

Advertisements

Kepada Presidenku Nanti

Riuh tepukan menggema
Bergelora

Gemuruh cacian mendera
Menyalak-nyalak

Engkau!
Pemimpin bangsaku, nanti…
Bangunlah!

Dalam setiap sabdamu
ada nafas insan negerimu
Sadarlah!

Engkau!
Penjunjung Harkat negriku, nanti…
Majulah!

Dalam setiap langkahmu
ada darah rakyatmu mengalir
Ingatlah!

Garuda membumbung tinggi
Mengepakkan sayapnya yang seluas jaladri

Engkau mahligai khatulistiwa
Putra terbaik negeri seribu raja
Bersuaralah!

Negeri aman sentosa
Gemah ripah kami berdo’a
Indonesia, Jaya