REBLOG : Mengawali perjalanan di Indonesia

Suatu hari aku sedang duduk di depan tenda sambil menikmati kopi, sembari melayangkan pandangan ke bukit-bukit dan hamparan sabana di pagi hari. Pagi ini aku merasakan takjub yang luar biasa. Betapa masih ada tempat seperti ini di hiruk-pikuk keseharian kota ini. Tegal panjang namanya, sebuah sabana di tengah rimbunnya hutan dan gunung-gunung yang menjulang, dialiri sungai kecil di tengahnya.

Pada lain hari, aku membuka mata, di atas ku kerlap-kerlip ribuan atau bahkan jutaan gemintang. Indah sekali. Aku benahi sleeping bag ku, menyalakan kompor lapangan serta menyeduh kopi. Mendengarkan deburan ombak Pantai Ngrenehan yang riang berkejar-kejaran, dari dalam tenda di atas bukit.

Menggigil kedinginan dan terbangun dalam hamparan putih kristal es tipis di Gunung Merbabu. Atau beradu balap perahu dayung di Danau Bedugul. Memotret golden Sunset di Gunung Api Purba Nglanggeran. Menikmati rasanya perjalanan 2 jam hanya untuk berpindah 4 km di Jakarta, atau berdesak-desakan di KRL?

Berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada para pengemudi truk dan pick up yang mau mengantarkan kami “ngebolang” ratusan kilometer, atau pak polisi yang mengijinkan kami “numpang” tidur di pos lantas di sekitar Karanganyar. Dan setiap petani yang menyapa ku kala mengayuh sepeda ke sebuah desa di ujung Nganjuk, menawarkan rehat dan ngopi bareng di pematang sawah.

Continue reading REBLOG : Mengawali perjalanan di Indonesia

ODGJ memilih untuk Indonesia lebih baik

Malam itu di awal bulan April, secara tidak sengaja saya melihat sekelebat iklan tentang “Orang Gila”. Ya orang gila, menurut mereka. Sebutan bagi mereka yang termarjinalkan karena mengalami gangguan kesehatan jiwa. Batin saya sedikit terusik dengan iklan yang dimuat untuk mendongkrak pamor sebuah partai.

Mungkin sudah banyak para pengembara sekalian yang melihat bahkan mendiskusikan iklan tersebut. Sempat viral, karena protes berdatangan dari segala penjuru mata angin. Atau, khalayak sempat turut serta mempetisinya melalui change.org?

Continue reading ODGJ memilih untuk Indonesia lebih baik

Enhance your Brain with Smiling Star Brain Training Programme

Pada zaman sekarang, aroma persaingan sangat kental. Terutama dalam bidang sains dan teknologi. Berbagai penelitian dilakukan, menghasilkan penemuan-penemuan baru juga penyempurnaan dari hasil riset terdahulu. Salah satunya riset tentang otak.

Riset tentang cara kerja otak dan bagaimana meningkatkan kemampuannya telah dilakukan sejak zaman dahulu. Namun belum ada yang cukup memuaskan karena lahirnya banyak teori yang kurang menyentuh pada akarnya. Terutama dalam penggunaan di bidang pendidikan.

Sebagai penyedia layanan pendidikan, Smiling Star selalu percaya bahwa fondasi bagi anak-anak untuk berkembang secara kognitif, emosional dan sosial adalah yang paling penting. Mereka telah mengembangkan banyak kurikulum dan Program Pelatihan otak untuk membantu anak-anak mencapai hasil yang lebih baik saat mereka tumbuh

Smiling Star bekerja sama dengan Neeuro meluncurkan program bertajuk Smiling Star Brain Training Programme. Sebuah program yang unik dan modern untuk mengembangkan kemampuan kognitif pada anak sedari dini.

Kebetulan penulis mendapatkan kesempatan mengikuti launching perdana program ini di Jakarta.

Acara yang diselenggarakan oleh Smiling Star Indonesia ini dipandu langsung oleh Mrs. Veni Yenti selaku representasi Smiling Star Indonesia. Yang lebih seru lagi, narasumber utama adalah Mr. Jimmy New, PBM, dari Smiling Star Singapore.

Mr. Jimmy menjelaskan tentang apa itu Smiling Star Brain Training Programme yang telah mendapatkan Asia Pacific Brand Awards tahun 2012, Best Enrichment Integrated Trilingual Preschool curriculum 2019 dan banyak lagi. Apalagi setelah berpartner dengan Neeuro yang terdepan dalam pengembangan teknologi otak.

Kemitraan dengan Neeuro memungkinkan anak-anak prasekolah untuk memulai pelatihan otak sejak usia muda menggunakan permainan kognitif yang dirancang khusus dan sensor gelombang otak yang membantu dalam mengukur tingkat fokus dan keterlibatan anak. Program Pelatihan Otak Smiling Star akan memaksimalkan kemampuan anak-anak dengan peningkatan keterampilan kognitif, yang sangat penting untuk belajar, membaca, fokus, dan pemecahan masalah. “Otak yang baik membantu dalam memiliki rentang perhatian yang lebih baik, memori yang bekerja dan kemampuan belajar, serta untuk tampil lebih baik dalam tugas wawasan kreatif karena mereka berpikir lebih baik dan lebih jelas. Kemitraan kami dengan Neeuro memberi anak-anak kami sebuah awal dalam perjalanan pendidikan mereka dan mempersiapkan mereka untuk Abad ke-21 dan masa depan, “kata Mr Jimmy New.

Smiling Star Brain Training Programme ini menyasar 4 aspek otak. Aspek tersebut adalah Kognitif, Spasial, Memory, pengambilan keputusan. Hal ini dapat dimaksimalkan karena Brain Training Programme dari Smiling Star menggunakan alat bernama Senze Band.

Senze Band terintegrasi Aplikasi berbasis IOs dan Android mampu merekam kinerja gelombang otak seperti EeG. Jadi user akan dipantau otaknya dari sebelum Training serta pasca training sehingga terlihat grafik pertumbuhannya.

Peserta launching pada heboh banget lho ikutan nyobain. Dan merasakan langsung manfaatnya. Sampai antri melebihi jam acara berlangsung.

“Untuk hasil maksimal Training sebaiknya dilakukan minimal 1 jam perminggu. Lebih ok lagi jika dilakukan 1 jam tiap hari.” Mrs. Venni menrangkan.

Tambahan dari Mr. Jimmy, Program ini pernah diujikan pada sebuah sekolah anak speesial, dan hasilnya anak dengan ADHD mengalami peningkatan sebesar 3 0% setelah 3 bulan Training.

Jika kamu tertarik ingin mencoba Smiling Star Brain Training Programme ini, bisa kontak ke office Jakarta di

APL Tower Lantai 7 Unit T7 Central Park
Jl. Letjen. S. Parman, Kav 28 Tanjung Duren Selatan
Grogol Petamburan Jakarta Barat 11470
Telepon: +62 0818 0759 1803
Email: sales.jkt@smilingstar.com.sg

Kamu juga bisa open Franchise setelah tahu betapa besar manfaatnya dan ingin agar orang lain juga turut merasakan.

Xiayou

#smilingstarbraintrainingprogramme d#

Para Pengembara Perak