Kepada Angin


Gemerisik suara dedaunan.

Siang ini terasa amat terik. Meski awan menggelayut di atas ufuk, masih saja tertembus tajam sinar Sang Surya. Seyogyanya, siang ini ada berbagai masalah pelik yang ingin ku buka. Apatah dinyana, tiada rasa ku jumpa. Hingga surya mulai bermuram durja, tatkala mega memaksanya berselimut duka.

Gemericik air perlahan turun.

Hawa dingin tiba-tiba menusukku. Membangunkanku dari alunan melodi hujan. Bersamanya terdengar dentingan pipa-pipa aloy yang kupasang di sebuah lorong gelap tak jauh dari ku berada.

Dia yang kunanti telah datang. Bersama daun-daun kering yang beterbangan.

15 thoughts on “Kepada Angin”

Share your story with us

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s