Coaching Citizen Journalism WideShot


IMG_2404Media sosial memang sarat akan informasi. Itu lah yang aku rasakan saat melihat postingan sebuah poster dari adik alamamater SMA ku. FT UGM akan mengadakan Coaching Citizen Journalism. Coaching ini akan diampu langsung dari Tim Wide Shot MetroTv. Kesempatan yang langka menurutku apalagi event ini gratis. Tanpa pikir panjang aku langsung mengontak CP dari penyelenggara. DEAL!!! Namaku masuk daftar peserta.

19 September pagi, dengan langkah riang aku menuju Fakultas Teknik UGM. KPFT ruang 2.1 di lantai 2 tujuanku. Jam menunjukkan pukul 8.00 ketika aku sampai di KPFT. Hufh, masih 30 menit lagi dari waktu yang ditentukan. Duduk-duduk dulu di lantai dasar sambil menggambar jadi pilian. Setengah jam kemudian masuk ruangan, tapi ternyata masih sepi. Sampai pukul 9.00 yang seharusnya cara sudah dimulai ternyata belum apa-apa. Sabar-sabar. Kemudian ada pengumuman kalau dipending sampai jam 10.00 karena ada masalah. Oke fine.

Coaching pun dimulai. Pematerinya langsung dari Producer Wide Shot  Metro Tv, Rony Panengah. Di sini kami dijelaskan tentang apa itu jurnalisme warga, kapan jurnalisme warga mulai mendapatkan momentumnya, serta bagaimana membuat karya jurnalistik yang baik.

Menurut mas Rony, Jurnalisme warga adalah ketika Jurnalisme mainstream tidak bisa menjangkau suatu tempat atau kejadian. Karya Jurnalisme warga berfungsi sebagai kontrol sosial serta menyoroti hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan publik.

Kemudian diberi materi dasar seperti opening, closing, lead, dan beberapa hal lain penunjang liputan. Nah di sesi ini di tantang ke depan siapa yang berani praktek opening. Oke 15 peserta maju ke depan. Beberapa peserta awal tumbang karena lupa mengucapkan kata sandi nya “Pemirsa Wide Shot”. Beberapa lain tumbang karena tidak lancar. Dan saya termasuk 4 yang masih bertahan.

Pukul 12.30 semua peserta dipersiapkan untuk live pada pukul 13.00. Hanya untuk take liputan 2-3 menit kami harus berlatih dan mencoba berulang-ulang, termasuk band pengiring dari FT. Waktu live lancar! Mbak Nita dari MetroTv sebagai reporter lancar jaya membawakan laporan.

Kegiatan workshop selesai. Pada sesi tambahan para peserta yang berniat untuk liputan dikumpulkan untuk menentukan tema masing-masing. Saya mengambil tentang ketersediaan tempat sampah di ruang publik. Semua tema dievaluasi dan saya disuruh untuk riset terlebih dahulu.CCJ Jogja 2013

Pulang dari KPFT langsung riset ke pusat kota sampai malam. Balik pukul 2 pagi jalan kaki. Sampai camp langsung Bokma – bobok manis.

Jumat malam kami dikumpulkan untuk cek kesiapan liputan, naskah VO, dan dubbing. Ternyata tema saya terlalu memakan waktu karena harus menunggu moment  pas untuk diliput. Bisa berhari-hari. Theme change! Akhirnya menyoroti tentang banyaknya halte Trans Jogja yang mangkrak karena diberhentikannya jalur 4A dan 4B.

IMG_2547

Sabtu pukul 2 sore sudah ready di Kantor MetroTv Biro Jogja. Setelah mencoba menghubungi camper-nya ternyata masih liputan. Ini gegara ada yang kurang disiplin jadi molor. Ada kabar liputanku bakal di suspend sehari karena ga ada camper. Setelah perjuangan keras dari Mbak Arum nyariin camper, jam 4 sore bisa liputan. Ini dia keliling-keliling Jogja nyari halte yang pas buat opening dan closing. Diajari beberapa kali sama Seno sang camper idola para JW cewek sampai akhirnya lancar. Lepas maghrib baru selesai dah tuh liputan.

Selesai liputan langsung balik ke biro untuk konsultasi naskah dan dubbing. Beruntung banget, sekali dubbing langsung oke. hahhaha. Capai dan lelah beberapa hari terbayar lah.

Tung ting! Ada pesan masuk, semua JW diharap berkumpul jam 8 malam di wisma untuk konsultasi naskah, dubbing dan persiapan buat testimoni. IMG_2625

Minggu pagi, harusnya ikut ke Vredeburg buat testimoni tapi apa daya badan sudah sampai pada batasnya. Sakitnya kambuh. Bed rest a whole day. Malamnya diminta kumpul lagi karena ternyata aku lupa entry data liputanku. Badan udah enakan jadi ya Oke!!!

 Setelah memasukkan data dan ngobrol-ngobrol, begitu mas Rony datang dan semua camper hadir, diadakan evaluasi. Semuanya shock dan diam ketika pada saat evaluasi sangat keras. Ketika semua uneg-uneg JW, camper, mbak Arum, mas Rony sudah dikeluarin, baru dikasih tahu kalau emang sengaja di set agak keras evaluasinya. Dan suasana cair lagi😀

Malam semakin larut. Beberapa crew dan JW jalan-jalan melepas penat dan semacam perpisahan di Alun-alun Kidul. Menikmati makanan dan minuman yang disediakan penjual makanan di pinggir-pinggir jalan. Bercengkerama dan bersenda-gurau.

Naas! Pulang dari wisma setelah mengantar Seno dan Aziz, ban sepeda motorku bocor. Dan jam 3 pagi yang buka paling deket adalah di utara RS Jogja, Wirosaban. Alhasil dari Prawirotaman hingga Wirosaban mendorong itu motor.

Kegiatan ini ditutup dengan tidur nyenyak agar jam 7 nanti bisa bangun dan berangkat Summer School di  UGM.IMG_2597

2 thoughts on “Coaching Citizen Journalism WideShot”

    1. bisa banget de😀
      apalagi kalau antusias.. di kampus mu aja bikinnya nanti ngundangin dari rekan2 yang mau gabung dari luaran… kalau banyak mereka antusias kok..

Share your story with us

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s