Sholat atau Motret Gerhana?


Tanggal 9 Maret 2016 nanti kita akan menjumpai sebuah fenomena alam yang puluhan tahun bahkan bisa ratusan tahun baru akan berulang kembali. Ya, besok Rabu penduduk bumi terutaman Indonesia akan berbondong-bondong menyaksikan Gerhana Matahari Total (GMT).

Tak pelak akibat fenomena tersebut di beberapa wilayah di Indonesia yang akan dilewati Gerhana Matahari Total tingkat okupasi dan jadwal kunjungan wisatawan baik domestik maupun asing sangat tinggi. Hampir semua hotel telah penuh di Bangka belitung, Pontianak dan kota-kota lainnya di ekuator.

Toko-toko online dan offline pun berlomba menjual kacamata gerhana. dari puluhan hingga ratusan ribu eksemplar telah terjual. Wajar penduduk Indonesia ada 250juta. Penjualan diyakini masih akan terus naik. Peluang bisnis yang menggiurkan?

Selain itu para pengamat baik profesional maupun amatir sangat antusias sekali mengamati dan mengabadikan momen langka ini. Pun begitu pula para fotografer. Bisa jadi mereka akan mendapatkan momen sekali dalam seumur hidup mereka pada Rabu 9 Maret nanti. Investasi pada filter yang berkualitas hukum wajib bagi yang ingin mendapatkan gambar terbaik dari momen ini sekaligus melindungi alat perang (kamera) dari kerusakan akibat paparan sinar matahari langsung.

————————————————————————–

Terlepas dari hiruk-pikuk bagaimana caranya mendapatkan kaca mata dan lensa untuk menikmati gerhana matahari total, ada hal yang lebih penting yang saya harus lakukan.

Bagi ummat Islam pada saat Gerhana Matahari maupun Gerhana Bulan disunahkan untuk mengerjakan sholat sunah gerhana secara berjamaah. Perintah ini didasarkan pada hadist :

“Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan bahwa pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah terjadi gerhana matahari. Beliau lalu mengutus seseorang untuk menyeru ‘ASH SHALATU JAMI’AH’ (mari kita lakukan shalat berjama’ah). Orang-orang lantas berkumpul. Nabi lalu maju dan bertakbir. Beliau melakukan empat kali ruku’ dan empat kali sujud dalam dua raka’at. (HR. Muslim no. 901)

Saya lebih memilih untuk menjalankan sholat berjamaah di tempat lapang saat Gerhana Matahari Total nanti berlangsung daripada menenteng kamera dan kaca mata gerhana.

Pilihan ada padamu. Tanyakan pada iman mu. Dan kita tinggal lihat lebih banyak yang sholat apa yang motret😀

 

Share your story with us

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s