merry riana

“Merry Riana : Mimpi Sejuta Dolar” : Bukan sekedar mimpi


Sudah beberapa hari saya mendengar dan membaca tentang dirilisnya film Merry Riana : Mimpi Sejuta Dollar. Berhubung beberapa waktu ini saya kurang begitu menaruh perhatian terhadap sosok Merry yang begitu digadang-gadang oleh banyak teman saya di dunia maya, saya cuek saja. Ya, saya termasuk orang yang malas nonton di bioskop apalagi kalau filmnya bergenre romansa atau horor-horor ga jelas made in Indonesia. Apalagi dalam 10 tahun ini jarang ada film Indonesia bertema biografi seorang tokoh yang mampu menggelitik rasa ingin tahu saya.

Saking malasnya saya nonton sering sering jadi alasan saya bertengkar dengan seseorang yang akan menjadi pendamping hidup kelak😀 (duh malah curcol)

Kemarin sore (Senin, 29/12-2014) atasan meminta saya dan beberapa staff untuk pulang sesuai jadwal. Kami diminta untuk stay sedikit lebih lama. Lepas Maghrib kami baru diberitahu malam ini kami nonton film bareng. Hmmmmmmm mau bagaimana lagi😀  Saya sempat bertanya-tanya film apa yang akan kami tonton. Beberapa saat sebelum berangkat saya baru tahu bahwa film itu adalah film Merry Riana : Mimpi Sejuta DolarDuh jadi ikutan nonton enggak yah.merry riana

Berenam kami beragkat dengan mobil menuju Teater XXI Grand Mall Bekasi. Di sana telah menanti 2 orang rekan kerja saya yang lain yang ebrangkat lebih dulu untuk reservasi tiket. Iseng juga mereka, salah satu rekan yang kami minta reservasi tiket masuk lebih dahulu ke studio 3. Saya dan rekan-rekan yang lain sempat bingung karena tiket ada di dia semua. Ternyata dia menitipkan di gate girl  studio 3.

Begitu kami duduk di seat masing-masing film langsung diputar. Perhatian saya langsung terhenyak ketika scene pertama yang dimunculkan bersetting kerusuhan 1998. Ya kerusuhan terbesar dalam sejarah Indonesia dalam 2 dekade terakhir.Dan ternyata keluarga Merry Riana menjadi salah satu korban diskriminasi etnis kala itu. Sejak menit-menit pertama itu saya mulai tertarik menikmati kelanjutan film ini.

Alur film kemudian mulai mengalir. Perjuangan bertahan hidup di Singapura sebatang kara, kisah cinta dan dilema perhabatan, Kepercayaan dan penghianatan, Ada beberapa ritmik yang sedikit monoton namun wajar jika memang kisah ini biografi apa adanya.

Seorang Merry Riana yang dikenal sebagai pribadi penuh percaya diri, rendah hati, sukses ternyata tak ubahnya kita manusia lainnya. Pernah mengalami keterpurukan dan sisi gelap yang mungkin sedang kita jalani saat ini. Namun dia yang kembali berjuang lagi dan lagi to overcome her weaknesses yang menjadikan hidupnya begitu berarti.

Film ini juga mengajarkan bahwa ketika tujuanmu adalah uang maka kamu akan kehilangan segalanya. Namun ketika kamu menjadikan hidupmu untuk menjadi kebahagiaan orang lain, kebahagiaan akan menjadi milikmu. Saya ikut sebuah gerakan (LIFE VEST INSIDE) yang mengjarkan bahwa kebaikan itu seperti boomerang. Engkau memberikannya ke orang lain yang membutuhkan, engkau akan mendapatkannya saat kau membutuhkan kebaikan itu. Dan hal itu juga saya temui dalam perjalanan hidup Merry Riana yang dikisahkan dalam film ini.

Ketika dia berhenti mengejar arti hidup adalah uang, dan memberikan waktunya untuk berhenti sejenak dan membantu orang lain, dia mendapatkan hampir semua yang dia inginkan.  “Saya tidak memungkiri saya membutuhkan uang, namun dalam bisnis ini, kebutuhan Nyonya Noor lebih utama.”  A sincere words that pass through Mrs Noor heart to closed the deal. After being rejected by 36 people because she bound by the target of 1.500 dolars per day. 

FIlm ini juga mengajarkan kepada kita tentang kasih yang teramat kuat dari yang namanya keluarga. Terlebih lagi kasih seorang ibu. Juga bahwa persahabatan itu mempunyai ikatan yang sangat kuat meski kadang kita tidak menyadarinya. Dan ALVA? Why don’t we just said that he just pop up from the heaven to guide her for all of her time. Dan itu diakui oleh Merry Riana, “Hitunganku tidak pernah pas tanpa mu.”  

Dan film pun ditutup dengan happy ending saat Merry Riana merayakan kelulusannya dari Nanyang University bersama keluarga, sahabat serta kekasihnya.

Saya dan rekan-rekan pun keluar dari Grand Mall Bekasi yang suasananya amat mencekam. Maklum jam sudah menunjukkan pukul 23.15 WIB. Semua pintu depan sudah ditutup jadi kami harus melewati basement untuk keluar.Tidak apalah🙂

Terima kasih @MakChy yang sudah mengajak kami menonton film luar biasa ini. Sebagai penutup saya kutipkan sebuah pesan dari seseorang yang sangat berarti bagi Merry Riana, yang juga membuat roda hidupnya kembali berputar setelah sempat terhenti dalam keterpurukan.

“Selesaikanlah dengan baik apa yang telah kamu pilih”

-Ibu Merry Riana-

6 thoughts on ““Merry Riana : Mimpi Sejuta Dolar” : Bukan sekedar mimpi”

  1. Saya belum nonton film ini nih Mas. Jadi penasaran…
    Bagian akhir tulisan ini malah jadi lebih seru, ketika keluar dari Grand Mall Bekasi jam 23.15, yg digambarkan suasananya mencekam.
    Terbayang deh keadaan Bekasi sekitar jam itu. Walau kini saya jarang keluar malam dan lebih sering mendekam di kamar kost-an di Bantargebang.

    Salam,

Share your story with us

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s