masak kopi

Jogja Beach Adventure #4 : Night at Parangtritis


Bulan merah temaram menghiasi langit kala motor matic hitam kami melaju dengan kecepatan sedang melintasi Jalan Parangtritis. Jalanan malam sudah mulai sepi.  Hawa dingin pun kian menyeruak.

Malam itu saya dijemput oleh “mbendhol” alias Basilius di posko Seksi KSR. Dengan semena-mena saya diajak ke pantai. Hanya berbekal nasting, kompor lapangan, sedikit bahan makanan dan kopi serta matras. Kami berangkat. Malam itu lumayan dingin setelah beberapa hari sangat gerah. Kami terus melaju menembus jalanan yang mulai sepi.

Sampai di jalan Parangtritis km 14 an, perut saya mulai keroncongan.  Maklum belum makan dari siang. Kami pun berhenti di sebuah angkringan yang kebetulan masih buka.   ngangkringSetelah mengisi energi, perjalanan kembali berlanjut. Selama perjalanan kami ditemani bulan sabit merah di ufuk barat. Sampai di depan gerbang Parangtritis kami memilih jalan lewat Pantai Depok. Hal ini kami lakukan karena ternyata gerbang masih ramai. Kami lupa bahwa malam itu malam Selasa Kliwon.

Bagi orang Jawa, malam Selasa kliwon adalah malam yang keramat. Dan area Parangtritis adalah salah satu area tujuan ketika malam itu tiba. Di lapangan pasarean Parangkusumo banyak sekali kendaraan dan lalu lalang manusia. Kami memilih untuk pergi ke area pantai paling timur yang sepi.

Di sana kami menggelar matras dan memasak kopi. Sambil nyemil camilan yang sudah disiapkan. Dari kejauhan ada beberapa motor dan orang yang mencari spot masing-masing. Sebelah barat kami ada penjual jagung bakar, mie dan minuman yang setia sampai pagi.masak kopi  masak di lapangan

Tidak lama setelah kami masak kopi, ada serombongan pemuda yang berjalan mendekati bibir pantai. Lalu membakar banyak dupa di sana. Aroma dupa yang menyengat sampai di tempat kami istirahat. Aaaah nikmat…..

Sembari menikmati indah jajaran bintang di langit dengan sesekali ditemani kilatan petir di horizon, kami berdendang. Lagu-lagu lama penuh kenangan.

panorama bukit timur parangtritis

Ketika mentari menyapa di ufuk timur, orang-orang mulai bergeliat ke bibir pantai. Sekedar bermain air sampai mencari ikan sebagai penghidupan. bercengkerama dengan ombakPemancing parangtritis

Ketika cahaya semakin terang, kami pun berpamitan kepada ombak. Saya harus segera packing karena siangnya harus ke Surabaya.ombak parangtritis

 

8 thoughts on “Jogja Beach Adventure #4 : Night at Parangtritis”

Share your story with us

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s