Kedai Riphy : Coffee, Art, and Friendship



34

“Aku Original Flores aja Ri.” Ujarku seraya duduk di kursi tinggi. Tidak lama, Upil masuk sambil membawa sepiring French fries pesanan. “Sendirian aja?” tanyanya. Dan obrolan panjang malam itu pun bermulai.

Gerry dan Upie adalah dua teman saya di komunitas Indonesia’s Sketchers (IS) Jogja. Sudah 2 minggu ini mereka membuka sebuah kedai kopi. Kedai Riphy namanya. Singkatan Gerry – Upie. Kedainya sih sederhana saja.  Tidak besar. Lokasi juga di pinggiran jalan raya, jadi mudah ditemukan.  Tepatnya di Jalan Bugisan depan Gerbang SMSR Jogja.

Aku suka kopi di sini. Semua stock kopinya masih bijian. Jadi ketika di bikin masih fresh banget rasanya. Jenisnya juga cukup beragam. Ada Aceh, Papua, Toraja, Lampung, Flores, dll. Sementara ini sih barista-nya masih Gerry. Tapi tenang, dia berawal dari penikmat kopi dan sering coba-coba racik kopi. Jadi racikannya suip.

Yang unik di sini, kalau kalian pesan kopi original, maka yang kalian dapat adalah secangkir kopi pahit plus 1 gelas mungil gula cair. Mau manis atau pahit kalian yang menentukan sendiri. Kalau bawa teman yang kurang suka kopi, di sini juga ada jus, susu serta beberapa alternatif lain. 31

Selain jualan kopi, di salah satu sudut kedai juga dipajang dagangan Riphy Sketchbook dan kaus sketsa. Riphy Sketchbook adalah toko custom sketchbook. Kalian bisa pesan sketchbook sesuai keinginan kalian. Baik kertas, ukuran maupun desainnya. Sedang Kaus sketsa jualan T-shirt dan kartu pos berdesain sketsa.  Misinya sih “Kami berusaha menumbuhkan rasa bangga dan kecintaan terhadap warisan budaya Indonesia melalui sketsa. 

36

Kedai ini dibangun penuh dengan rasa persahabatan. Karya-karya rekan-rekan IS, rekan-rekan main terpajang di beberapa sudut ruangan. Salah satunya logo Kedai, dan lukisan di tembok luar karya Richo.  Dekorasi simple minimalis ditambah ownernya berdua yang enak buat diajak ngobrol pasti bikin kalian enjoy di sini.

37
serba hand made…. waduh temene upil malah kepotret….

Buat kalian yang tidak bisa terlepas dari dunia maya. Kedai Riphy juga menyediakan free Wifi. Jadi pastinya bakal betah. Kalau mau sambil ngerjain tugas juga nyaman. Beda dengan beberapa kedai kopi yang biasanya remang-remang, Riphy itu terang!! Tapi tidak silau.

Jam sudah menunjukkan pukul 3.00 dini hari. Kami sudah ngobrol ngalor-ngidul. Dari ngobrolin kerjaan, kopi, menu, sampai curhatan ga jelas. Aku pun pamit pulang.  Lain kali main lagi.

 

 

 

13 thoughts on “Kedai Riphy : Coffee, Art, and Friendship”

Share your story with us

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s