sumbernye dari sini : http://adamalfarisyi.blogspot.com/2014/04/cerita-bedah-buku-sang-patriot-versi.html

Mendiskusikan Sang Patriot di Jogja


TUNG!! Sebuah pesan, masuk ke chat FB saya malam itu. Pesan itu dari seorang sahabat saya nun jauh di Jember sana. “Hai Mas, masih terjaga kah? Kira2 kalau ada bedah buku sang patriot di Jogja berkenankah hadir? Insya Allah tanggal 13 April 2014 pukul 9.00 WIB di pendopo sorosutan (belakang UII HUkum).

Segera saya mengiyakan karena memang masih luang. Setelah itu kami sempat bercakap-cakap serta merencanakan semacam acara nongkrong andai pasangan mesra itu jadi ke Jogja.

Beberapa hari setelahnya saya diberitahu bahwa acara dimajukan Sabtu sore tanggal 12 April 2014 di Hotel Raditia. Wah tambah bisa banget tuh. Namun ada tambahannya pula, bahwa mereka berdua tidak bisa hadir. Ksatria Capung ada konser bersama Tamasya.  “yowes lah mbak mungkin durung rejekine kita“, ujar saya sok cool. 

Hari H saya datang sendirian ke lokasi di Jl. Sorosutan no 2. Seyogyanya ada adik saya da seorang teman SMA yang kebetulan suka nulis dan baca juga dari dulu. Namun hujan yang deras di Jogja utara menjadi penghalang.

Di lokasi saya awalnya seperti orang hilang. Lha ini kok malah banyak orang memakai pakain tentara? Lalu saya teringat bahwa penyelenggaranya adalah Komunitas Djokjakarta 1945. Jurus say hello dan sedikit basa-basi untuk menghilangkan grogi pun keluar. Sembari menunggu acara dimulai saya menyempatkan diri sedikit coret-coret sketsa.

diskusi buku sang patriot

Mbak Irma Devita baru datang kurang lebih 10 menit kemudian. Dia menyempatkan mampir ke rumah mertuanya dulu. Begitu tahu saya dari Warung Blogger, mbak Irma menyempatkan diri bercakap-cakap. Tidak lama kemudian, rombongan om Azzet datang. Ada om Azzet (ya iyalah!!!), mbak Phie, sama Adam. Kita pun berkumpul dan foto-foto!!!  Anak-anak WB emang pada narsis.

Sebelum acara inti dimulai, rekan-rekan dari Djokjakarta 1945 mempertontonkan video napak tilas Serangan Umum 1 Maret. Juga video seorang anggota Djokjakarta 1945 yang gugur saat napak tilas tersebut dilaksanakan. Pak Bawono.

Setelah pemutaran video, masuklah ke acara inti. Diskusi buku Sang Patriot. Mc cantik yang saya lupa namanya digantikan oleh salah satu anggota Djokjakarta 1945 sebagai moderator.

Diskusi diawali dengan penjabaran asal muasal penulisan Sang Patriot. Mbak Irma memilih novel sebagai perwujudan dari kisah yang diceritakan dengan beberapa alasan. Salah satunya adalah harapan agar fakta-fakta dan data sejarah yang dia peroleh dapat dinikmati semua kalangan.

Kisah Sang Patriot adalah Based on True Story. Meski banyak data sejarah disertai riset mendalam namun ada sentuhan personal seorang Irma Devita.  Di antaranya menyederhanakan kisah-kisah yang terlalu berat dan sadis agar bukunya tidak menyeramkan. Mbak Irma juga memasukkan dialog-dialog dan detail pertempuran yang tidak tercatat dalam arsip sejarah untuk menghidupkan kisah ini.

Pada pertengahan diskusi juga diputarkan video profil seorang Letnan Kolonel Mochammad Sroedji. Sejak beliau kecil hingga gugur di medan laga. Ada teaser yang menggelitik di sana, satu scene berupa komik strip. Asik tuh kalau ada😀

Selama 1,5 tahun pembuatan novel ini mbak Irma melahap 28 buku sejarah serta melakukan riset ke berbagai wilayah di Indonesia bahkan sampai Belanda. Dia ingin menyajikan data yang valid. Satu momen terbaiknya ketika riset adalah saat mendapatkan hasil scan tanda tangan Mochamad Sroedji mewakili Indonesia dalam pembagian wilayah di Jawa Timur. “Indonesia  saja malah tidak punya,” ujarnya.

Mengisahkan seorang patriot pembela bangsa yang masih memiliki ikatan keluarga bukanlah perkara yang mudah. Apalagi masih dekat dengan kehidupan si penulis. Mochammad Sroedji adalah kakek dari Mbak Irma.  Sang nenek lah, Rukmini, yang dahulu sering mendongengkan perjuangan beliau. Sampai pada suatu saat mbak Irma bernjanji akan menuliskan cerita kisah kakeknya dalam sebuah buku.

Pekerjaan yang sangat sibuk sebagai notaris, sering mengganggu fokus menulisnya. Selain pekerjaan, deraan emosi yang sedemikian besar, linangan air mata saat menulis kata demi kata kadang juga menjadi hambatan. “Saya sempat tidak mau melanjutkan menulis novel ini. Tapi karena janji saya pada nenek, saya harus menyelesaikannya.” 

Dan selesailah epos kepahlawanan seorang Mochammad Sroedji di tangannya. Janji pada masa kecilnya pun terpenuhi. Keinginannya mengenalkan patriot-patriot yang mungkin kisahnya mulai terlupakan tercapai selangkah lebih dekat.

Banyak monumen-monumen yang tidak terawat. Bahkan orang di sekitarnya pun tidak tahu monumen apa itu. Patung seorang Letkol Sroedji yang menjadi ikon Kota Jember banyak yang tidak kenal. Ada yang bilang Jendral Soedirman. Temen-temen blogger yang sering menulis coba deh mulai mengangkatnya.

Selama diskusi buku Sang Patriot, Warung Blogger, dan mas RZ Hakim sering disebut-sebut oleh mbak Irma lho. Eh di tengah-tengah diskusi saya dan mbak Phie mendapat SMS dari mbak Priit yang terkena virus kepo. Dia menanyakan bagaimana acaranya berlangsung. Saya balas dengan sedikit bumbu agar makin kepo.

Owh iya, seharusnya diskusi buku ini juga akan dimeriahkan dengan aksi teatrikal dari rekan-rekan Djokjakarta 1945. Namun karena masih dalam suasana pemilu, tidak mendapatkan ijin.

Acara ditutup dengan penandatanganan novel Sang Patriot serta foto bersama. Warga WB yang datang masing-masing mendapatkan 1 eksemplar buku tersebut. “Besok wajib ikut GA resensinya lho ya,” celoteh mbak Irma 

Karena tidak bawa kamera saya nyulik fotonya dari tempat Adam saja😛

sumbernye dari sini : http://adamalfarisyi.blogspot.com/2014/04/cerita-bedah-buku-sang-patriot-versi.html
sumbernye dari sini : http://adamalfarisyi.blogspot.com/2014/04/cerita-bedah-buku-sang-patriot-versi.html

Auf Wiedersehen.

9 thoughts on “Mendiskusikan Sang Patriot di Jogja”

  1. Yang ini kayaknya lebih lengkap dari pada laporan yang saya tulis, hihi😀
    sketch-nya bagus, saya suka, saya masih belum bisa men-sketch sebagus itu😀

Share your story with us

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s