Camp Area Patak Banteng

CATPER Gunung Prau : Eksotisme Padang Teletubies


PS : Ini adalah Catatan Perjalanan jadi lumayan panjang. Namun di akhir ada beberapa karya sketsa saya yang unyu-unyu lho😀

Sudah lebih dari satu minggu telpon saya berdering dan chat box saya berisi pesan agar ikut pendakian MyqPala #13 di Gunung Prau.  Banyaknya acara serta Gunung Merapi yang tiba-tiba batuk sempat membatalkan niat saya untuk ikut. Namun ternyata langkah kaki saya memang dijalankan menuju tempat itu.

Sehari sebelum hari H, 28 Maret, akhirnya saya deal ikut berangkat. Seharian ngumpulin peralatan yang tercecer di mana-mana. Pinjem SB serta bag cover ke mas Aji, ngrampok kompor di Fauzan, serta nesting yang nyungsep di posko KSR.  Malam yang awalnya di planning untuk istirahat walhasil menjadi ajang mencari rute bus serta tarif angkot menuju Dieng. 

Pagi-pagi (29 Maret 2014) ketika akan berangkat ditawari oleh rekan di KSR untuk bareng sampai Temanggung karena dia juga mau mudik. Lumayan nih. Jam menunjukkan pukul 7.00 tapi rekan saya itu malah masih asyik men-download video dari Youtube. Pukul 7.15 kami baru berangkat itupun pakai mampir di kos-an dulu. Perjalanan lancar sampai di Magelang. Namun ketika mendekati tempat servis motor, tiba-tiba saja motor tidak bisa di gas. Kami pun berhenti. Setelah dicek ternyata ada komponen yang rusak. Harus dibengkelkan.  Saya akhirnya melanjutkan perjalanan menggunakan angkot sampai di jalur utama Jl. Ahmad Yani. Rekan saya tadi? Dia tetap di Magelang.

Saya menunggu bus di pinggir jalan Ahmad Yani beberapa ratus meter dari Secaba Magelang. Kata sopir angkot tadi, di sini lebih cepat dapat bus. Benar saja, tidak sampai 10 menit 1 bus ekonomi Simphony jurusan Magelang-Wonosobo muncul. Begitu naik, wuuuzzzzz… Bus melaju dengan sangat kencang.  Tarif bus Magelang-Wonosobo adalah Rp. 18.000-RP. 20.000.

Perjalanan lanca-lancar saja. Meski libur panjang tapi trafik di area ini masih lumayan lenggang. Perjalanan mulai tersendat ketika memasuki area Candiyasa, Kretek. Saat melewati pusat kemacetan, ternyata penyebabnya adalah sedang dilakukan perbaikan jalan. Lolos dari macet, geber gas lagi.

Sampai di Terminal Mendolo sekitar pukul 11 siang. Wah mana nih rombongan dari Jakarta. Keliling-keliling kok tidak menemukan batang hidung mereka. Saya coba kontak 3 orang rekan yang termasuk 1 bus. Berkali-kali tidak tersambung. Apa mungkin mereka sudah mulai naik ya jadi tidak ada sinyal?

Dalam kebingungan saya bertanya ke beberapa rombongan yang ada. Rata-rata ke Sindoro dan Sumbing. Sampai akhirnya saya bertemu dengan rombongan lain dari Jakarta. Mbak Wirdha, Mas Bule, Aditya dan ber-17 lainnya. Atas kemurahan hati mereka saya ikut join carter bus dari terminal – Basecamp Patak Banteng. Share cost nya Rp. 12.000,- perorang. Jika hendak naik angkot harus 2 kali. Pertama dari terminal ke alun-alun (Rp. 5.000,-) pakai angkot kuning. Setalah itu dilanjut naik angkot jurusan Dieng (Rp. 10.000,-).

Dalam perjalanan saya mendapat pesan masuk. Ternyata rekan-rekan dari MyqPala terjebak macet dan masih di Purwokerto. wataw! kirain dah naik.

Basecamp Patak Banteng
Basecamp Patak Banteng

Sesampainya di basecamp  kami beristirahat dan mengisi perut dahulu. Sempat saya menangkap sosok tak asing sedang duduk menikmati makan siang. Mas Novo, anggota MyqPala, ternyata juga sudah berada di sini. Berhubung saya ingin mengantarkan keberangkatan rekan-rekan satu bus yang hendak naik duluan, mas Novo saya tinggalkan. Setelah itu, kami berdua ndeprok di basecamp sambil beristirahat.

Pukul 18.20 WIB rekan-rekan MyqPala baru datang. Wajah mereka kusut-kusut karena 20 jam berada di dalam kendaraan. Namun ketika berjumpa dengan saya, om Hasan cengar-cengir sambil curcol tentang kemacetan long weekend. Setelah packing ulang, makan, ibadah, ndaftar (Rp. 5.000,-) dan lapor di basecamp, kami  bersiap untuk jalan. Sudah pukul 7 malam lebih seingat saya. Dan kami masih sempat-sempatnya foto-foto bergaya dulu.

Perjalanan dari basecamp hingga camp area biasanya hanya ditempuh dalam waktu 2-2,5 jam. Namun karena tadi siang habis hujan, alam sudah gelap, juga membawa rombongan wanita yang jumlahnya lumayan, kami menempuhnya kurang lebih 4 jam.

Jalannya enak selama masih di perkampungan dan ladang-ladang. Namun begitu lepas dari ladang, jalan menanjak dan lumayan terbal yang tersaji. Hampir tidak ada bonus selain tempat-tempat datar untuk istirahat. Jalanan bonus baru kami temukan 300m mendekati camp area.

Setelah survei tempat di camp area kami pun membangun tenda di bukit ke-2 yang kami lihat. Karena capek dan ingin buru-buru beristirahat sampai tidak menghitung kebutuhan tenda. Ketika semua tenda berdiri jumlahnya kelebihan. Hasilnya, saya hanya tidur berdua dalam satu tenda bareng mas Novo. Eits, pasang alarm dulu. Sambil selimutan alumunium blanket. Baru kali ini saya tidak jaketan plus memakai SB.

Alarm berbunyi, saya bangun dan menengok keluar. Wah ini tidak akan dapat sunrise ketika melihat kepingan kabut dan awan mulai naik. Saya pun tidur lagi setelah sembahyang. Benar, pukul 6.00 ketika saya bangun lagi celotehan tidak dapat melihat sunrise terdengar. Saya cuma senyum-senyum saja.

Saya sempat berolah raga pagi dengan berlari-lari mengejar momen foto siluet dari orang-orang yang asyik berfoto dan menikmati pagi. Nah foto-fotonya masih ada di kamera Amar T_T Dan ada yang bilang orange lagi sibuk. Untung saya sempat sedikit-sedikit menggores tinta jadi tetap ada dokumentasi di kantong pribadi.

Camp Area Patak Banteng
Camp Area Patak Banteng

Waktu menggambar ini ada yang nyeletuk di belakang, “Sempat-sempatnya nyekets.” Makasih perhatiannya hahahha

Pagi itu saya sempatkan bercengkerama dengan campers yang lain. Saya juga menemui rombongan Mas Bule yang ternyata sudah siap-siap turun. Adios Amigos. 

Pukul 9.00 tenda sudah dipacking, semua sudah sarapan, kami bersiap berangkat. Adegan narsisnya kambuh lagi. 9.30 kami berangkat. Jika saat naik saya di depan, sekarang saya di belakang menikmati jadi sweeper. 

Perjalanan turun lebih landai. Menyusuri padang Teletubies nan hijau, disertai bunga-bunga kuning nan cantik.Sketsa Gg. Prau0003

Karena saat naik tidak sempat foto-foto, perjalanan turun ini jadi terlalu banyak momen foto-fotonya. Tak terasa setelah hampir 2 jam kami sampai di Puncak Repeater-Puncak Gunung Prau 2565 mdpl. Kami beristirahat lumayan lama. Berceloteh sambil bercanda ria, ada juga yang lagaknya bertapa (mas Joko).

Puncak Gunung Prau 2565mdpl
Puncak Gunung Prau 2565mdpl

Sudah cukup beristirahat, LANJUT!!!

Nah sejak pertama kali turun dari puncak, jalan turun sudah terjal. Tidak berbatu, hanya agak curam dan licin. Kondisi seperti ini menyebabkan salah satu personil kami drop staminanya. Kami pun beristirahat lagi 2 kali cukup lama. Alon-alon waton kelakon kata orang Jawa. Owh iya saya balik lagi jadi tracker saat turun dari puncak. Soalnya mas Agus mendampingi istri tercinta. Uhuk….

Pukul 15.00 kami sampai di kompleks Candi Dwarawati, 300m dari sana terletak basecamp Prau via Dwarawati. Bersih-bersih, kamar mandi, ngobrol-ngobrol dengan orang di basecamp, lanjut lagi karena sudah sore.

Kami bersitirahat sekaligus beribadah di sebuah masjid di area itu. Di sini kami berpisah dengan 5 orang rekan, Om Hasan, mbak Sof1, Aisyah dan mas Joko mereka hendak menginap dan jalan-jalan 1 malam lagi. Serta mas Novo yang harus kembali ke Patak Banteng mengambil sepeda motor. Ternyata lumayan susah mencari angkot sore-sore begini. Kami pun mencarter sebuah pick up kepunyaan pemilik warung depan masjid. Rp. 200.000,- sampai terminal.

Baru 10 menit jalan, kami dihadang oleh kemacetan sepanjang beberapa kilometer. Ada pengaspalan jalan namun sistem buka tutupnya kurang baik. Hampir 2 jam kami terjebak macet. Pukul 19.15 kami sampai di terminal. Bus jurusan Magelang untuk saya, dan jurusan Jakarta untuk rekan-rekan sudah tidak ada. Beruntung ada 10 tiket pas ke Bandung via Bus Budiman pukul 19.45.

Di sini saya terpisah dengan mereka setelah sedikit merampok logistik. Solois lagi. Setelah investigasi, bus ke arah Magelang baru ada pukul 2.00 – 3.00. Saya pun keluar dari area terminal untuk sekedar menikmati bakso panas serta mencari warnet. Satu-satunya warnet yang saya temui tutup. Warnet yang ain jauh sekali. Maaf mbak Priiit Api Kecil, saya tidak bisa mengirim tulisan padahal hari ini (30 Maret) deadline-nya.

Saya pun kembali ke terminal. Ada pick up datang berisi para pendaki juga. Saya akhirnya berbincang-bincang dengan mereka. Ternyata mereka juga korban kemacetan. Mereka juga dari Jakarta. Saya mengobrol lama dengan rombongan mas Eko yang ternyata satu daerah asal dengan saya hanya tersekat bukit, Ida rahma si Pink Hiker, serta sekongkolnya yang gokil2. Sempat juga masak dengan kompor lapangan di terminal. Malam larut, beberapa dari kami pun tumbang. Termasuk saya yang awalnya hanya ingin meluruskan badan.

Pukul 01.30 saya dibangunkan mas Eko. “Putra Perdana sudah datang tuh bro”, ujarnya. Lipat selimut, angkat keril, lompat ke dalam bus. Tidak lupa saya sampaikan salam perpisahan kepada mereka.

Bus ini tidak kalah kencangnya dengan yang saya naiki saat berangkat. Bahkan karena masih dini hari, lebih dahsyat aksi sang sopir. Pukul 3.45 saya sudah sampai di depan Grand Artos Magelang, tempat mangkal Maju Makmur, bus ekonomi jurusan Magelang-Jogja. Bus ini juga ternyata tukang ngebut juga. Pukul 06.20 saya sudah sampai di Terminal Giwangan, Jogja.

WELCOME BACK!!! CAN’t WAIT FOR THE NEXT JOURNEY.

NB: Selama perjalanan yang paling kasihan Amar yang menjadi fotografer honeymoon 3 pasutri.

 

11 thoughts on “CATPER Gunung Prau : Eksotisme Padang Teletubies”

  1. Udah lama banget aku nggak naik gunung >.<
    Sekitar 10 tahun! Hahahaha. UDah kangen banget bau humus. Tapi sekarang mesti ditahan-tahan dulu keinginannya😀

    1. terima kasih….😀

      pan di catper udah ditulis….:p foto2 masih di temen saya namanya Amar dan dianya masih sibuk banget… beda kota. saat itu saya tidak membawa kamera ataupun gadget dengan kamera yang baus.

  2. Koreksi, itu angkot dr terminal ke alun2 Rp.5.00. Hehe
    Karena capai…bisa di ganti karena capek/lelah.
    Sketsanya keereen jd makin bikin pede bwt berani majang jg.

  3. Perjalanan yg panjangggg…..tp mgkn g krasa ya klo pemandangannya indah dan udaranya segerrr….btw DL acaranya mbak Prit kan diperpanjang sp tgl 31 mas…

Share your story with us

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s