Jembatan Gantung Mangunan dalam Sketsa


Jembatan Gantung Mangunan

Minggu awal Maret kemarin saya secara dadakan diajak mengambil foto Kebun Buah Mangunan, Imogiri. Sudah jauh-jauh ke sana ternyata teman saya cuma memotret gerbang depan saja. “Yang lain sudah kemarin, gerbangnya saja yang kelewatan”, katanya.

Saya kira mau motret sunset di sana yang lumayan bagus. Dalam perjalanan pulang, kami berhenti ngopi dulu di warung pinggir jalan. Kebetulan ada yang sedang latihan motor trail di bukit belakang warung. Tak lama setelah kopi habis, kami meneruskan perjalanan.

Saat menggeber motor saya teringat kalau teman di jok belakang sering bertanya jalan menuju Jembatan Gantung Selopamioro atau lebih dikenal dengan Jembatan Gantung Mangunan. Setelah saya tawarkan dan dia setuju, kami pun berbelok. 15 menit meniti jalan besar dan kampung, serta menyusuri tepian sungai sampailah di tujuan.

Sebenarnya jembatan kuning ini sama dengan jembatan-jembatan gantung lainnya. Namun aliran sungai Opak yang berarak, serta hamparan tanah tepian sungai yang mirip pantai menjadi daya tarik tersendiri.

Tergelitik, saya pun mengeluarkan pena dan binder book dan mulai mensketsa landscape yang ada. Saya biarkan teman saya pergi, foto-foto, mupeng liat orang pacaran. Tidak lama sih, cukup 20an menit saja.

Ini saya lho lagi mensketsa
Ini saya lagi siap2 mau nggores

 

Setelah selesai mensketsa, hari ternyata sudah mulai gelap. Kamipun segera beranjak pulang. Besok-besok kemana lagi ya?

4 thoughts on “Jembatan Gantung Mangunan dalam Sketsa”

Share your story with us

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s