The Darkness Rises : Electro Cut


thunder-in-the-darkness“Once upon a time, there was a king who lead wisely and his people live in happiness. Even many disasters come one to another, this kingdom survived and still glorious.

Until one day, the sky is turning dark. Lightning and thunder striking in rage. Wind blow madly. Heavy rain fall down endless. Suddenly, bright light arise and in a blink of an eye great lightning strike followed by an explosion.  BOOM!!! “

bip……….bip………..biiiiiiiip………………………………………………………………………………………….

Lho sedang asik-asik nulis kok tiba-tiba monitornya mati. Cek kipas angin, lampu, tv ga idup semua. Selidik punya selidik,ternyata yang terkena petir adalah “TRAFO”  pusat yang mengatur jaringan listrik tempat ku.  Good!!! 

Saat itu jam baru menunjukkan pukul 14.00 WIB. Saya sedang mencari bahan buat nulis artikel GA nya mak Indah Nuria ketika angin mulai bertiup kencang disertai hujan deras. Gemerlap petir yang bersahut-sahutan mewarnai langit seperti kilatan flash kamera. Berbarengan dengan suara guntur yang keras, tiba-tiba listriknya mati. “Wah kok mati,” pikirku. Saya mengecek lampu-lampu serta MCB mati semua. Berarti mati total.

4 jam berselang. Hari sudah gelap dan listrik masih belum menyala.  salah seorang teman saya menelpon Nomor Pengaduan PLN. “Lagi dibenerin trafo yang di Wirokerten,” katanya. Bakalan lama ini.

Sembari berbincang, waktu terus berlalu. Sekarang sudah pukul 20.00 WIB. Lampu kampung-kampung dan jalan-jalan sebelah sudah hidup. Tapi jalur kami masih gelap. Akhirnya saya memutuskan untuk gowes ke Nol km di Malioboro. Di sana sudah ada beberapa rekan yang sudah ngadepin model untuk digambar. Saya ikutan ngluarin pena dan binder. Tapi cuma corat-coret sekenanya itung-itung belajar bentuk.

Pas ngobrol-ngobrol ternyata ada tamu dari Bandung. Fina, ceweknya Tian teman nongkrong saya. Lagi liburan katanya. Ngobrol, ngopi, nggambar cukup untuk melewatkan waktu. Tak terasa sudah pukul 1 dini hari. Saya pun pamitan pulang.

Wajah cerah lampu jalan pada hidup. Begitu belok, duh masih gelap gulita. Mampir dulu di pos satpam. Obrolan ke sana ke mari terlontar. Rata-rata pada kesal karena sudah 12 jam listrik padam. Karena info yang saya terima terakhir masih mbenahin trafo, saya coba mengecek ke sana. Ternyata ….. SEPI!!!Tambah kesal, puyeng, galau.

Saya memutuskan untuk menelpon lagi PLN. Baru ambil telpon dan mengetikkan nomer, jreng jreng!!!! biiiiiiip….. Terdengar bunyi UPS terisi. YES! Listrik sudah menyala.

13 jam listrik padam tanpa ada keterangan kepada publik jika publik tidak meminta. Tidak ada permohonan maaf atas keterlambatan penanganan.  Yang lebih kesal lagi, pada saat awal-awal listrik padam saya harus mendengarkan #KampanyeBising dari sebuah parpol yang ngakunya seidiologi dengan saya.

8 thoughts on “The Darkness Rises : Electro Cut”

  1. Yang sabar ya Mass, orang sabar listriknya cepet nyala.
    Kapan hari di rumahku juga mati lampu. Langsung mati gaya dong, wong awalnya lagi nulis di blog😀

Share your story with us

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s