Cegah Anak-anak Mengendarai Motor


Seperti kita ketahui bahwa Indonesia adalah salah satu surganya kendaraan bermotor. Baik bagi perusahaan maupun pagi konsumen. Apalagi dengan sisterm kredit yang dengan 500 ribu saja kita sudah bisa membawa pulang motor model terbaru. Jadi jangan heran jika semakin lama jalan-jalan di Indonesia semakin macet saja karena penuh sesak kendaraan bermotor.

CAMOT

Tapi bukan itu saja dampaknya. Kalau kita cermati, semakin banyak pula anak-anak yang dengan bebas mengendarai sepeda motor. Dengan dalih menyenangkan anak atau biar latihan, para orang tua dengan gampangnya memfasilitasi fenomena ini. Bahkan bangga jika mereka yang masih kecil-kecil sudah bisa ngebut di jalan raya.

Tidakkah para orang tua tersebut mempertimbangkan bahwa mereka secara hukum belum diijinkan mengendarai motor? Atau bahwa sepeda motor tidak dirancang untuk kondisi fisik mereka saat ini?

Kecelakaan yang terjadi karena pengendara sepeda motor di bawah umur tiap hari semakin meningkat. Apakah sebagai orang tua Anda mau mengorbankan anak anda menjadi salah satu korbannya? Atau menjadi salah satu pelaku kecelakaan tersebut?

Anak-anak secara hukum belum dibebani tanggung jawab, kita sebagai orang dewasalah yang bertanggung jawab terhadap mereka. Dan orang tua adalah yang paling bertanggung jawab terhadap apa dan bagaimana anak mereka berkembang.

Mari kita galakkan gerakan CAMOT! Cegah Anak-anak Mengendarai Motor. Menertibkan anak-anak mengendarai sepeda motor bukan hanya tanggung jawab petugas lalu lintas, tapi kita juga sebagai insan hukum. Keselamatan Berlalu lintas di mulai dari Keluarga.

14 thoughts on “Cegah Anak-anak Mengendarai Motor”

  1. Saya setuju sekali ini Mas …
    Prihatin dengan lingkungan disekitar kita … anak-anak mengendarai motor … walaupun “mancal” nya belum nyampe … orangtuanya bangga pula …
    kalau ditegur … bilangnya …
    “ini anak … anak saya …”
    “ini motor … motor saya … kenapa situ yang repot …”

    Kita jawab saja … “tapi jalan ini jalan kita bersama … ! jangan cari penyakit …” (kasihan anaknya … dan juga kasihan pengguna jalan lainnya)

    Salam saya Mas

    (4/3 : 3)

    1. sepakat om NH. malah pernah liat sliwar-sliwer di kota saya, anak2 SD dengan gayanya berbonceng 3 orang. Ngeri liatnya om.

      seharusnya orangtuanya juga dikenai hukuman misal ketilang.

  2. Pertama ortu kak yg hrs disadarkan,setelah itu pihak sekolah. Krn pada dasarnya anak bis naik motor kan dpt fasilitas dr ortu..tp realitanya yg terjadi di sekitarku dgn bangganya ortu itu merencanakan anaknya yg msh smp mau dbelikan motor merk ini biar dbawa sekolah……kan istilahnya biar liatan keren gtu anaknya naik motor

    1. nah itu dia. sekedar berbagi gengsi dan sebenarnya juga karena malas. Ada satu smp tempat saya pernah ngisi pelatihan malah sekolahannya juga cuek2 saja.

  3. yupp…minimnya kesadaran para orang tua serta tingginya gengsi menyebabkan semakin tingginya angka kecelakaan lalu lintas…peran keluarga sangat penting dan bagaimana menghilangkan gengsi demi keselamatan🙂

    1. yang paling penting adalah menumbuhkan kesadaran para orang tua, guru, dan aparat serta masyarakat untuk memberikan pendidikan karakter yang baik serta penerapan tata aturan yang konsisten. kalau cuma keluarga saja belum cukup😀

Share your story with us

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s