They don’t love me, they just need me


Langkah-langkah kaki yang selama ini ku langkahkan perlahan mulai terasa semu. Gambar-gambar penuh warna-warni yang melintas di memoriku perlahan-lahan mulai terlihat monochrome dan semakin kabur.

Suara-suara riang dan merdu yang melintas di kepalaku, senandung yang mengisi hati ku, semakin lama semakin lirih… lirih… lirih…

Hal-hal penuh canda tawa, keluh kesah, pertengkaran yang terjadi selama ini, yang ku kira adalah karena hubungan yang ada ternyata semu. Aku menemukan diriku sendiri berada dalam sebuah kubah transparan yang penuh lubang.

Ketika aku menutup mata dan membuka hatiku, di mana-mana yang ku lihat adalah selubung tipis di diri semua orang. Selubung kepalsuan, yang membuat mereka tidak dapat ku sentuh tubuh dan jiwanya.

Ku langkahkan kakiku (lagi?) dan terus melangkah.

Aku sampai di ujung sebuah jalan dan di sana berdiri seseorang yang memandang ke arahku. Aku memanggilnya, pelan…. Dia tidak mendengar. Lebih keras… Dia tidak mendengar. Lebih keras…Dia tidak mendengar. Hingga akupun teriak!!!! Dia tidak mendengar!

Dan tersadarlah aku dari usah-usahaku yang sia-sia. Selubung-selubung itu telah membuatku menjadi terpisah dari duniaku. Aku transparan bagi penghuni dunia ini dalam sebuah kubah transparan yang berlubang. Dan dari lubang-lubang itu lah yang membuatku terlihat bagi dunia ini untuk sesaat.

Lubang itu bernama kebutuhan….

“Benerin ini dong…”
“cariin itu dong…”
“bisa anter aku ke sana ga?”
dan lain-lain….

Kalimat-kalimat itu yang membuatku terlihat di mata mereka. Dan ketika aku bilang tidak, maka lubang-lubang itu perlahan menutup. Dan akupun menghilang…

Sometime I think

is love truly exist? Is person existence is really driven by relationship? Or is it start by need? 

Lalu aku kembali melangkahkan kakiku…

Aku pun membuka kembali mataku dan kutemukan diriku sedang berdiri di tepi jurang. Haruskah aku terus maju atau aku kembali ke belakang?

Ku putuskan untuk terus maju dan masuk ke dalam gelapnya dasar jurang. I just need to make my own world here. Dunia terlalu bising dengan tuntutan-tuntutan terhadap ku. And make a gap in my heart.

Dan dunia kubahku dalam gelapnya jurang ini kututup dengan pintu gerbang raksasa. Ku kunci dengan kunci-kunci raksasa. Dan ku letakkan raksasa-raksasa penjaga.

No more Dr. Jekill, let’s call Mr. Hyde…..

One thought on “They don’t love me, they just need me”

Share your story with us

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s