Wahai Pemuda, Bangsa ini Merindukanmu


Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Kalimat yang tertoreh 83 tahun yang lalu, ikrar sakti yang menyatukan bangsa Indonesia. Generasi muda  bangsa ini yang dipelopori oleh organisasi-organisasi pemuda dari berbagai daerah di Indonesia. Di antaranya adalah Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Sekar Rukun, PPPI, Pemuda Kaum Betawi, dll.

Kalimat-kalimat yang mampu menggetarkan jiwa ini ditulis oleh Moehammad Yamin pada sesi akhir Kongres Pemuda II 28 Oktober 1928 Gedung Oost-Java Bioscoop.  Di sini pula lagu “Indonesia Raya” pertama kali dikumandangkan oleh W.R. Supratman, walau hanya dengan biola tanpa syair.

Itulah sepenggal jejak yang tertinggal, dari sebuah peristiwa besar dalam sejarah Indonesia. Tak dapat disangkal, pemuda Indonesia berperan besar dalam penentuan sejarah Bangsa ini. Pun, ketika bangsa ini membutuhkan mereka untuk turun ke medan tempur, mereka bergabung ke PETA, Tentara Pelajar, Mobile Cologne Palang Merah Pemuda dll. Saat Indonesia hendak memerdekakan diri, pemuda pula yang mendesak Soekarno-Hatta untuk mempercepat proklamasi. Demonstrasi besar 1966 pasca G30S/PKI juga dimotori para pemuda. Begitu juga dengan reformasi Mei 1998.
Pemuda Indonesia sejatinya pemuda yang tangguh, bintang di segala bidang. Pemuda-pemuda berprestasi di dunia internasional. Lalu, untuk apa kita minder?

Pemuda-pemuda Indonesia adalah pemuda yang mencintai bangsa dan negaranya. Lalu, untuk apa kita berkhianat dan menjual harkat martabat negara bangsa kita?

Wahai Pemuda, di manakah kalian? Ketika bangsa ini membutuhkan pemersatu seperti 83 tahun lalu. Wahai Pemuda, ketika kami berharap pada kalian sang penerus, mengapa kalian hancurkan diri kalian sendiri.

Wahai Pemuda, Bangsa ini merindukanmu.

3 thoughts on “Wahai Pemuda, Bangsa ini Merindukanmu”

Share your story with us

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s