Semburat Menyala


denting-denting lonceng memekakkan telinga
gemuruh derap kaki berderap tiada henti
teriakan demi teriakan membahana
menggelagar membelah mega

semburat merah kian nyata
merah menyala-nyala
bak kepala sang Bathara Kala

sajak jiwa tiada lekat
syaiir hati tiada abadi
entah irama apa

andai bunga ada di hadapan
layu segera tiada tunggu
andai sungai di depan
kering kerontang sekejap waktu

hanya tetesan embun pagi
yang masih memberiku hasrat hidup
hanya tetesan murni
yang masih mengekang pelana di pacuan hasrat

One thought on “Semburat Menyala”

Share your story with us

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s