Pada Suatu Masa (histori dalam puisi)


Seuntai kata

Persembahan kasih ku kepada “dunia” yang “menghiburku”

Menggapai impian dalam sepi mu

Menuai hasil dalam riuh mu

Semoga saja “engkau” tahu

Bahwa sedih mu bukan untuk aku

Ketika…

ketika tanya…

siapa ketika….

ketika ada….

mengapa ketika…

bungapun mekar pada suatu ketika…

ketika layu pun masanya…

bersinar sebuah harap….

namun di sana hanya sunyi senyap…

hampaku yang berjalan dalam gelap….

mencari kehidupan dalam lelap…

Hanya Cahaya

Bintang-bintang itu bersinar terang

Dalam gelap pagi buta

Sepi

Sunyi hari ku

Hendak bercanda tiada kumampu

Berlari tak pasti

Bertanya-tanya mengapa begini

Sekam

Matahari yang tadi terang kini kemerahan

Meninggalkan jejak padam di ufuk selatan

Menarikan tarian kesedihan

Memadu manis dalam kepahitan

WUSSSS!!!

Suara gaduh beterbangan

Riuh…

Angin malam bertiup

WUSSSSS!!!!!

Masa Depan

Baginya yang terkurung dalam masa lalu

Untuknya yang mengejar masa depan

“Seseorang yang tidak menatap masa lalu dan menghadapinya,
tak kan pernah bisa belajar menjalani hidupnya demi menempuh masa depan”

Habis

Bintang kembali bersinar malam ini…

Menapakkan kaki di puncak mimpi

Mengajak hidup berserah diri

Kepada Dia Yang Menciptakan Mati

el_vierda
februari 2007
di berbagai warnet di jogja

Share your story with us

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s