….masih diam….


aku tak pernah marah ketika bunga yang ku tanam di taman ku dikagumi…
dan terkadang dipetik tanpa kata….
aku diam saja… ketika harum semerbaknya menyebar ke seantero dunia…
aku masih diam saja ketika bunga itu menusukkan durinya ke jari-jari ku saat aku ingin menyiangi rumput di kakinya…
bahkan aku terseyum…

namun kini ku berdiri dalam kegalauan yang sangat…
tubuhku bergetar hebat…
hatiku terhimpit penat…

aku ingin berjalan di Chistoprudny boulevard…
dan menikmati indahnya Clean Ponds yang menenangkan…
aku ingin menelusuri Green Canyon….
dan menyelami keagungan Tuhan…
aku ingin berdiri di puncak Garuda…
dan memandang dunia penuh makna…

seandainya aku bisa menjawab kapan aku akan pergi…
maka ku katakan padamu wahai angin…
aku kan pergi… ketika hati telah membeku…

seandainya aku bisa menjawab kapan ku kan kembali….
maka aku katakan padamu tanah…
ketika bara dalam jiwaku telah padam…

untuk mereka yang menyayangi ku…
untuk mereka yang berada dalam hatiku…
untuk mereka yang meredam bara jiwaku…
karena aku mencintai mereka…

aku masih diam…
walau kini sebagian raga ku telah runtuh terkikis api yang berkobar…
aku masih diam…
walau kini sebagian keping hatiku tertiup angin…

Bicaralah kalau kau mau…
katakan padaku…
karena aku tak tahu…

Share your story with us

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s