HYENA


“Mulut mu Harimau mu” kata dia yang menemaniku saat itu…
“Harimau tak bertaring tak dapat menggigit” kataku

dalam gunung alunan nada lautan magma aku merenung
mengapa ada yang namanya tenung…
tiada dapat kau lihat tapi sakit kau rasa…

“Aku adalah binatang Jalang’
dari kumpulannya terbuang” kata C.Anwar
namun bukan itu dirimu.. kau membuang sendiri nurani mu

sudah cukup lama aku diam…
hanya melihat tanpa turut campur….
kini kau gigit leherku dengan mulutmu yang penuh bakteri-bakteri beracun setajam sembilu….

bukan manusia yang kubicarakan di sini kawan…
hanya hyena-hyena picik yang berjalan dalam kekalutan mencari mangsa yang sekarat dan lemah…
aku berbicara tentang sosok yang datang di kala sang singa meninggalkan buruannya sekedar mengusap peluh…

Bukan singa yang diincar kawan!
tapi hasil mangsanya yang tengah meregang nyawa…

seandainya hyena dapat membaca…
sayang di dunianya tak ada sekolah baca tulis setingkat SD-SMP-SMA…
yang ada hanya sekolah rimba…
makan atau dimakan…

Share your story with us

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s