bagiku ini adalah sebuah rumah, dan kalian keluargaku…


duhai engkau yang sedang termangu di sana…
duhai engkau yang sedang bercanda tawa…
duhai engkau yang tengah bersedih..
duhai engkau yang dilanda amarah…
duhai engkau yang tak merasa kan apa-apa…

sudah lama ingin ku berbagi kesah…
mengurangi duka jiwa yang lama ku pendam….

wahai engkau yang ku sayangi….

susah payah kita bangun rumah ini…
menanam pondasi kepercayaan…
mendirikan tiang-tiang kasih sayang…
memasang dinding-dinding kekeluargaan…
meletakkan atap kebersamaan…
menata pernak-pernik cinta…

dan kalian…. yang bersamaku menempatinya…
kalian lah keluargaku….

namun…

seiring berjalannya waktu…
ada saatnya iklim tak selalu indah…
bak musim semi… cinta mekar dan kita semua bahagia…
layaknya musim gugur… perlahan kepingan2 kasih itu menghilang…
seperti musim dingin… membeku hati ini…tak peduli..
ketika musim panas… hati yang dingin lumer… namun membara…
kadang justru membakar diri kita sendiri….

duhai engkau cintaku…

tahukah kau semakin lama sebuah rumah berdiri…
semakin rapuh dia…
digerogoti cendawan hati yang angkuh…
keropos oleh panas dan hujan ego…
semakin pudar catnya… semakin sunyi…
karena kau mulai meninggalkanku dan rumah ini sendirian…

meski begitu saudaraku…
aku kan tetap berada di sini…
menanti dan merawat rumah yang dengan susah payah kita bangun…
karena ku percaya..
suatu saat nanti kau kan kembali…

karena saudara tidak saling menyakiti.

Share your story with us

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s