Apakah hatimu sudah lapang?


Sebuah pertanyaan yang sebenarnya, aku tujukan pada hatiku yang paling dalam.
sungguh, aku ingin mengikis kerak di dalamnya agar lebih bersih, menggembur karangnya agar lebih luas, menyedot asap dan kabut tebalnya agar cahaya dapat masuk lebih dalam.

kadang, letupan magma jauh di dasar tempat yang dinamakan plateu di dalam hatiku semakin menjadi…
akhirnya mengguncangkan jiwaku dengan kekuatan hampir 7,5 skala Ritcher(maksimal 12 SR)..
jika 5,6 SR saja sudah meluluhlantahkan Jogja bagian selatan, jika 8,9 SR menyebabkan tsunami aceh sampai srilanka bahkan menyentuh madagaskar… maka tak kurang dahsyatnya gempa di jiwaku ini…
sehingga terbentuk gunung vulkanis yang sewaktu2 siap meledak…akibat timbunan masalah, timbunan amarah dan hawa nafsu yang menyumbatnya…

Apakah Hatimu sudah Lapang?

kembali pertanyaan ini ku ajukan…

sungguh suatu hal yang tidak bisa kita pungkiri jika manusia selalu di rundung berbagai macam konflik..
seorang guruku sewaktu di madrasah ‘aliyah negeri 2 yk (bukan man lho… tapi sma 2 yk, hehhehe ^_^v)
pernah berkata, ” Life is Problem”. jadi dengan manusia menjalani hidup tu sendiri pun sudah menemui masalh utama: “mengapa kita hidup? nah masalah2 yang lain akan mengekor padanya.. tinggal bagaimana kita menjemputnya ^^

wahai jiwa yang bergejolak

sudahkah kita mencoba menenangkan sang Raksasa yang sedang bermimpi buruk dalam hati kita. ataukah kita membangunkannya sehigga dia meluap dan menimbulkan bencana di mana2?

wahai hati yang berbolak-balik

aq sendiri masih sangat sulit untuk menenangkan sang Raksasa, namun sudah sepantasnya kita mecoba..
sudah sepantasnya kita berusaha.. sudah seharusnya!!!

kata seorang sahabat yang alhamdulillah sedia berkata jujur tentang diriku meski redaksinya aga2 lupa,” kamu itu, kurang bisa mengontrol dirimu”.
meski besar potensi yang kita miliki, namun pengendalian diri mempengaruhi kemajuan potensi kita..

sudah kah Hatimu Lapang?

bukan! sekali kali bukan! aq tidak menulis ini untuk kamu… namun untuk diriku.. aq ingin menyampaikan ini padanya.. pada hati…
jadi jika engkau membacanya… bacalah untuk hatiku, untuk hatimu… bukan untuk dirimu..

mungkin engkau tidak bisa menangkap apa yang aku maksudkan… mungkin aku tidak pandai membuat kata2 yang bisa membuat orang lain menangisi kesalahannya karena sadar, tersenyum senang, atau menusuk jauh ke sanubari…

———————————————————————————————————————-
Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Orang kuat itu bukanlah orang yang menang bergulat, tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menahan dirinya ketika marah.” Muttafaq Alaihi

Dari Abu Hurairah rodhiallohu ‘anhu, ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam, “Berilah aku wasiat.” Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan marah!” Dia bertanya berulang-ulang dan tetap dijawab, “Jangan Marah!” (HR Bukhori)

(Al-Maidah 48)
Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,

(Az_Zumar 49)
Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami ia berkata: “Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku”. Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui.

(Al-Ankabut 2)
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?

Dari Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Orang mukmin yang bergaul dengan manusia dan bersabar dengan gangguan mereka lebih baik daripada yang tidak bergaul dengan mereka dan tidak sabar dengan gangguan mereka.” Riwayat Ibnu Majah dengan sanad hasan. Hadits tersebut ada dalam riwayat Tirmidzi, namun ia tidak menyebut nama dari sahabat.

Sabar adalah separo iman dan keyakinan adalah seluruh keimanan. (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)

Tidak ada suatu rezeki yang Allah berikan kepada seorang hamba yang lebih luas baginya daripada sabar. (HR. Al Hakim)

Sabar yang sebenarnya ialah sabar pada saat bermula (pertama kali) tertimpa musibah. (HR. Bukhari)

dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah bersabda…….. Apabila ada seseorang di antaramu berpuasa pada suatu hari, maka janganlah berkata kotor dan jangan berteriak-teriak (dan dalam satu riwayat: jangan bertindak bodoh 2/226). Jika ada seseorang yang mencaci makinya atau memeranginya (mengajaknya bertengkar), maka hendaklah ia mengatakan, “Sesungguhnya saya sedang berpuasa.”……..(riwayat
Bukhari)

———————————————————————————————————————–
kutanyakan sekali lagi saudaraku…
Apakah Hatimu Sudah Lapang?

Share your story with us

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s